Langsung ke konten utama

Pengertian Pasar Bullish dalam Dunia Saham

Pengertian Pasar Bullish dalam Dunia Saham


Terjun ke dalam dunia investasi bukan perkara mudah, apalagi apabila Kalian mengambil instrumen investasi risiko tinggi semacam saham. Selain perlu modal serta dana darurat yg cukup, dalam prosesnya Kalian akan dihadapkan pada istilah baru yg sebelumnya belum sempat didengar. 

Bagi pemula, mendalami seluk beluk bursa saham bisa menjadi langkah awal sekaligus tips untuk menghindari penipuan. Nah, di antara tidak sedikit istilah yg ada, bearish serta bullish merupakan dua kata yg akan tidak jarang Kalian temukan. Tahukah Kalian apa yg dimaksud dengan pasar bullish serta bearish? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini. 

Pengertian Bullish dalam Dunia Saham

Bullish merupakan kondisi yg menawarkan harga saham mengalami peningkatan dengan cara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu. Istilah bullish juga dikenal dengan sebutan bull market. 

Sementara itu, apabila bicara tentang trading Forex, bullish merupakan sebuah kondisi yg mana base currency dari pasangan valuta mengalami kenaikan nilai, sedangkan valuta lainnya mengalami penurunan. Pasar bullish semacam ini biasa disebut dengan istilah uptrend.

Saat pasar saham mengalami uptrend, itu berarti kondisi ekonomi dalam kondisi baik. Tingginya permintaan investor kepada saham juga sanggup mendorong kenaikan harga saham itu sendiri atau bullish.  

Selain Bullish, Ada Juga Istilah Bearish. Apa Itu?

Jika bullish merupakan merujuk pada kondisi positif, istilah bearish diartikan sebagai kondisi pasar saham yg mengalami penurunan dengan cara keseluruhan. Bearish ditandai dengan merosotnya indeks harga saham (downtrend). Bila pasar bearish semakin berlanjut, umumnya trader atau investor akan melakukan cut loss—menjual saham untuk meminimalisasi kerugian lebih besar. 

Penyebab Naik serta Turunnya Harga Saham

Pasar bearish serta bullish merupakan faktor yg lumrah terjadi dalam dunia saham. Penyebabnya pun beragam, bisa sehingga sebab faktor internal perusahaan itu sendiri atau faktor eksternal. Untuk lebih jelasnya, cek penjelasan berikut. 

1. Kepanikan 

Perkembangan digital yg kian pesat membikin masyarakat begitu dimudahkan dalam mengakses informasi. Masih ingat tentang skandal Galaxy Note 7 yg ramai pada 2016 lalu? 

Media ramai-ramai memberitakan penarikan Galaxy Note 7 dari pasaran seusai 35 laporan yg melaporkan Galaxy Note 7 meledak atau terbakar. Pemberitaan yg begitu masif kemudian membikin investor buru-buru untuk melepaskan sahamnya guna meminimalisasi kerugian. Alhasil harga saham Samsung pun mengalami downtrend sampai 6,3% kala itu.

2. Manipulasi Harga Saham

Naik turunnya harga saham juga bisa dikarenakan oleh manipulasi pasar. Biasanya kondisi semacam ini terjadi dampak ulah investor besar yg punya tidak sedikit modal. Dengan memanfaatkan media massa, mereka menciptakan perubahan image sebuah perusahaan untuk tujuan tertentu, baik menurunkan maupun menaikkan harga saham.  

Meski dampaknya lumayan signifikan, tetapi kondisi tersebut tidak akan bersi kukuh lama. Pasalnya, sudut fundamental perusahaan yg terekam pada laporan keuangan bisa dipakai sebagai senjata mengembalikan harga saham ke posisi seharusnya. 

3. Pergerakan Nilai Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Sangat masuk logika bila fluktuasi kualitas tukar rupiah kepada valuta asing bisa memengaruhi naik-turunnya harga saham di pasaran. Terutama bagi perusahaan yg bergerak di bidang ekspor impor. 

4. Kondisi Ekonomi Makro

Faktor lain yg memicu terjadinya pasar bearish serta bullish merupakan kondisi ekonomi makro atau sebuah negara, umpama naik-turunnya suku bunga dampak kebijakan bank sentral Amerika, fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia, tingkat inflasi, serta tingginya angka pengangguran dampak gejolak politik juga bisa membikin indeks harga saham berubah. 

5. Pandemi Global

Sejak awal tahun 2020, dunia dinyatakan darurat pandemi global dampak virus Covid-19. Buntutnya, informasi resesi pun santer terdengar di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Kondisi ini kemudian membikin harga efek pada bursa saham di dunia mengalami penurunan.

Demikian penjelasan tentang istilah bullish serta bearish lengkap dengan faktor pemicunya. Mengetahui definisi bullish merupakan salah satu tutorial yg cocok supaya kegiatan investasi saham berlangsung lancar. 

Bicara tentang investasi, tidak hanya saham ada juga instrumen lainnya semacam emas, deposito, reksa dana, sampai peer to peer lending (P2P lending). Masing-masing produk tersebut pasti mempunyai masing-masing risiko serta kelebihannya. Jika ingin mencari sumber pemasukan tambahan lewat investasi tidak hanya saham, 4 instrumen tadi bisa menjadi alternatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk dalam Dunia Investasi

Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk dalam Dunia Investasi Bunga mampu dikatakan sebagai harga suatu pinjaman yg dilakukan di pasar keuangan. Bunga akan dibayarkan terhadap pemberi pinjaman oleh peminjam pada akhir jangka waktu pinjaman, atau mampu juga dibayarkan bersamaan dengan cicilan setiap bulan.  Sama halnya dengan berinvestasi, Kalian juga akan menemukan ada dua tipe bunga yg umum digunakan, yaitu bunga tunggal serta bunga majemuk. Seperti apa beda antara kedua tipe bunga keuangan ini? Definisi Bunga Tunggal Jika diartikan, bunga tunggal merupakan bunga yg ditetapkan oleh pemberi pinjaman hanya berdasarkan pada jumlah pinjaman yg diberikan. Bunga ini mampu dibebankan berdasarkan jumlah awal pinjaman. Mudahnya, Kalian membayarkan bunga ini guna menggunakan dana pinjaman dalam kurun waktu tertentu.  Perhitungan dari bunga tunggal didasarkan pada persentase yg didapat dari pokok serta ditambahkan pada pokok tadi dengan teratur atau jumlah nominal pokok yg dikali...

Mengenal Istilah-Istilah Dunia Finansial Tentang Investasi

Mengenal Istilah-Istilah Dunia Finansial Tentang Investasi Investasi ialah salah satu tutorial untuk mengelola finansial, apabila investasi yg Sobat perbuat berhasil, jadi masa depan yg cerah akan terjamin. Namun, dalam berinvestasi, butuh hati-hati dan waspada sebab tak sedikit kegagalan yg bisa saja terjadi sebab kesalahan dari kita sendiri yg salah dalam melakukan investasi. Jika Sobat ingin berinvestasi jadi harus siap pula menanggung risiko yg ada. Risiko ini dikarenakan oleh beberapa macam faktor misalkan terjadinya fluktuasi yg bisa menurunkan kemampuan produk investasi itu sendiri. Akibatnya, tak sedikit orang-orang yg harus kehilangan bahkan kerugian dari investasi itu sendiri. Baik investasi besar maupun kecil pastinya tentu ada risiko yg harus dipikul. Hanya saja, terus besar investasi yg Sobat keluarkan jadi terus besar pula risiko yg akan dipikul. Oleh sebab itu, bila Kalian ingin aktif dalam dunia investasi, jadi harus bagi Kalian untuk mendalami segala faktor yg berkaita...

6 Peluang Investasi Paling Cocok Untuk Anak Muda

6 Peluang Investasi Paling Cocok Untuk Anak Muda Investasi, tetap menjadi sebuah faktor yg berat untuk dilakukan terutama untuk anak muda. Mereka berpikir bahwa investasi akan  diperlukan pada ketika mereka telah merasa mapan dan telah berkeluarga. Padahal, investasi ialah sebuah faktor yg wajib dilakukan semenjak dini. Peluang investasi yg terus tak sedikit akan membuatmu mudah dalam menentukan investasi yg sempurna untuk kamu. Dengan terus awal kamu mengawali investasi, jadi terus cepat juga kita dapat memperoleh keuntungan. Pada usia muda terutama kamu yg belum menginjak 30 tahun waktu tersebut ialah waktu yg paling sempurna untuk mengalokasikan uang kamu ke dalam investasi. Saat belum mempunyai keluarga dan belum mempunyai tanggungan beberapa cicilan, akan sangat bijaksana apabila penghasilan yg kamu dapatkan dialihkan ke investasi. Mengingat di usia tak lebih dari 30 tahun, seseorang wajib proaktif untuk menemukan instrumen investasi yg sempurna untuknya. Untuk anda yg bimbang...